GetfullappsGetfullapps
Bahasa
EnglishBahasa IndonesiaTürkçePolskiไทยTiếng Việt
MyQuran AlQuran dan Terjemahan

MyQuran AlQuran dan Terjemahan

oleh the WALi studio

4,9

Keamanan
100% Safe
Kategori
Buku & Referensi
Rating
4,9
Harga
Free
Unduh
10.00M

Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.

Tangkapan Layar

MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan
MyQuran AlQuran dan Terjemahan

Analisis oleh Getfullapps

Menurut saya, nilai utama MyQuran bukan sekadar banyaknya menu, melainkan kemampuannya menyatukan kegiatan membaca, memahami, dan menjaga rutinitas ibadah dalam satu aplikasi. Saya akan merekomendasikannya kepada teman yang ingin membawa Al-Qur’an dan terjemahan di ponsel, tetapi tetap mengingatkan bahwa kelengkapan itu membuatnya kurang cocok bagi orang yang hanya menginginkan tampilan bacaan sesederhana mungkin.

Nyaman ketika kebutuhan sehari-hari saling berdekatan

Contoh yang paling masuk akal bagi saya adalah hari kerja yang jadwalnya berubah-ubah. Saat punya waktu luang beberapa menit, saya bisa membuka satu surah dan membaca terjemahannya; ketika perlu merencanakan waktu ibadah, jadwal sholat juga tersedia di aplikasi yang sama. Keuntungan utamanya bukan membuat semua kebutuhan selesai otomatis, melainkan mengurangi kebiasaan berpindah-pindah antara pembaca, situs, dan aplikasi jadwal.

Alur kecil ini juga membantu membedakan dua tujuan yang sering tercampur: membaca rutin dan mencari jawaban. Untuk sesi singkat, saya akan tetap membaca beberapa ayat tanpa membuka banyak menu. Jika ada bagian yang menimbulkan pertanyaan, barulah saya kembali dan memeriksa tafsir. Dengan begitu, satu sesi tidak berubah menjadi pencarian panjang yang membuat saya lupa tujuan awal membuka aplikasi.

Kalau Anda belum pernah memakai aplikasi Al-Qur’an, jangan menganggap perlu memahami semua fiturnya sebelum mulai membaca. Coba satu surah yang sudah akrab, lihat susunan teks Arab dan terjemahannya, lalu putuskan apakah cara tampilnya enak untuk mata Anda. Langkah sederhana ini memberi gambaran lebih nyata daripada menghabiskan waktu menjelajahi menu sebelum membaca satu ayat pun.

Tempatnya di antara pembaca digital dan sumber belajar

Dibanding PDF atau halaman web, aplikasi khusus seperti MyQuran lebih mudah dijadikan bagian dari rutinitas karena bacaan dan beberapa alat pendamping berada di satu tempat. Namun, PDF atau mushaf cetak bisa lebih nyaman bagi pembaca yang ingin fokus pada halaman tanpa tergoda membuka menu lain. Pilihan terbaik bergantung pada kebiasaan: ponsel praktis untuk dibawa, sedangkan media yang lebih sederhana dapat membantu mengurangi distraksi.

Untuk memahami pesan ayat, terjemahan memberi akses awal yang cepat, sementara tafsir mengajak pembaca berhenti dan melihat penjelasan lebih luas. Keduanya berguna, tetapi tidak punya fungsi yang sama. Saya akan menghindari menyimpulkan persoalan rumit hanya dari potongan terjemahan atau satu penjelasan singkat; untuk pertanyaan yang berdampak pada keputusan agama, bawa pertanyaan itu kepada orang yang berilmu.

Hal yang sama berlaku untuk belajar membaca dengan benar. Aplikasi dapat menemani pengulangan dan membantu menemukan bagian yang sedang dipelajari, tetapi latihan mandiri tidak memberi umpan balik langsung tentang pelafalan. Jika kebutuhan utama Anda adalah koreksi bacaan, guru atau kelas tahsin lebih sesuai. MyQuran tetap dapat menjadi bahan pendamping, bukan pengganti bimbingan tersebut.

Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Saya juga tidak akan memilihnya hanya karena ingin sebuah aplikasi yang sepenuhnya kosong dari unsur tambahan. Jadwal sholat dan tafsir menambah manfaat bagi sebagian orang, tetapi bagi pembaca yang ingin membuka teks lalu langsung membaca, pilihan yang lebih minimal mungkin terasa lapang. Sebaliknya, jika Anda sering mencari arti dan ingin melihat jadwal tanpa berpindah aplikasi, pendekatan MyQuran lebih praktis.

Saya biasanya menilai aplikasi Al-Qur’an dari satu hal sederhana: apakah saya bisa membukanya saat membutuhkan, menemukan ayat yang dicari, lalu membaca dengan tenang tanpa harus melewati banyak gangguan. Dalam pengalaman saya, MyQuran AlQuran dan Terjemahan terasa dibuat untuk kebutuhan itu. Aplikasi ini menggabungkan bacaan Al-Qur’an, terjemahan bahasa Indonesia, tafsir, dan jadwal sholat dalam satu tempat, sehingga cocok untuk pengguna yang ingin menjadikan ponsel sebagai pendamping ibadah sehari-hari.

MyQuran berada di kategori buku dan referensi, dikembangkan oleh the WALi studio, dan tersedia gratis untuk dipasang. Di Google Play, aplikasi ini sudah digunakan oleh lebih dari 10 juta orang dan memiliki rata-rata 4,9 dari sekitar 502 ribu rating. Angka tersebut memang memberi kesan kuat, tetapi saya tetap menyarankan calon pengguna melihat cara kerjanya secara langsung: aplikasi ini paling menarik bagi orang yang menginginkan banyak alat keislaman dalam satu antarmuka, bukan sekadar pembaca teks Al-Qur’an yang sangat minimalis.

Pengalaman pertama: dari memasang aplikasi sampai siap membaca

Saat pertama kali membuka aplikasi, saya menyarankan agar Anda tidak langsung menjelajahi semua menu. Tujuan awal yang lebih praktis adalah memastikan bacaan Al-Qur’an dan terjemahan dapat dibuka dengan nyaman. Dengan begitu, Anda segera tahu apakah ukuran tulisan, susunan halaman, dan cara berpindah ayat sesuai dengan kebiasaan membaca Anda.

Aplikasi ini memiliki rating usia 3+, sehingga tampilannya ditujukan untuk penggunaan umum dan keluarga. Versi yang tercantum saat ini adalah 5.4.79, dengan kebutuhan sistem operasi minimal Android 6.0. Untuk ponsel Android yang masih memakai sistem lama, bagian persyaratan ini penting diperhatikan sebelum mencoba memasang aplikasi. Pengguna iPhone sebaiknya memeriksa ketersediaan versi yang sesuai pada kanal aplikasinya masing-masing, karena pengalaman dan dukungan perangkat dapat berbeda.

Nama aplikasinya cukup jelas, tetapi isi MyQuran lebih luas daripada pembaca terjemahan biasa. Anda akan menemukan beberapa kebutuhan yang biasanya tersebar di aplikasi berbeda. Saya melihat pendekatan ini sebagai kelebihan untuk pemula: tidak perlu memasang pembaca Al-Qur’an, aplikasi jadwal sholat, dan alat tafsir secara terpisah hanya untuk kebutuhan dasar.

Namun, banyaknya pilihan juga bisa membuat layar awal terasa lebih ramai bagi orang yang hanya ingin membaca. Jika Anda menyukai aplikasi yang langsung membuka satu halaman bacaan tanpa menu tambahan, MyQuran mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian. Saya pribadi mengatasinya dengan menentukan satu kebiasaan utama terlebih dahulu, misalnya membaca satu surah atau melanjutkan ayat terakhir, baru kemudian mencoba fitur lain.

Menyiapkan kebiasaan membaca yang realistis

Setelah aplikasi terpasang, saya menyarankan Anda memilih waktu penggunaan yang jelas. Contohnya, buka MyQuran setelah sholat Magrib untuk membaca beberapa ayat, atau gunakan sebelum tidur untuk membaca terjemahan dari bagian yang baru selesai. Cara ini lebih efektif daripada membuka semua fitur sekaligus lalu tidak kembali lagi karena merasa aplikasinya terlalu penuh.

Untuk pembaca baru, mulai dari daftar surah biasanya lebih mudah daripada mencari berdasarkan nomor ayat. Pilih surah yang sudah Anda kenal, lalu baca teks Arab bersama terjemahannya. Langkah ini membantu Anda memahami alur tampilan tanpa tekanan harus langsung menguasai semua fungsi. Jika Anda sedang menghafal, gunakan pola yang berbeda: baca ayat Arab terlebih dahulu, tutup perhatian dari terjemahan sejenak, lalu periksa maknanya setelah selesai.

Salah satu tips yang menurut saya cukup berguna adalah memisahkan kegiatan membaca dan mencari penjelasan. Jangan langsung membuka tafsir pada setiap ayat ketika sedang mengejar kelancaran bacaan. Tandai atau ingat ayat yang ingin dipahami lebih dalam, kemudian kembali ke sana setelah sesi membaca selesai. Dengan cara ini, tafsir menjadi alat pendalaman, bukan gangguan yang memutus ritme.

Keberhasilan pertama: menemukan ayat dan memahami maknanya

Ukuran keberhasilan pertama menurut saya bukan berhasil membuka semua menu, melainkan mampu menemukan satu ayat, membaca teks Arabnya, dan memahami terjemahannya tanpa kebingungan. Cobalah memilih surah pendek yang sering Anda baca dalam sholat. Setelah itu, bandingkan bacaan yang sudah Anda kenal dengan terjemahan bahasa Indonesianya secara perlahan.

Di sinilah fungsi terjemahan menjadi sangat membantu. Banyak aplikasi Al-Qur’an memang menyediakan teks Arab, tetapi tidak semuanya membuat perpindahan antara bacaan dan makna terasa praktis. MyQuran dirancang untuk menggabungkan keduanya, sehingga Anda tidak perlu keluar dari halaman hanya untuk memeriksa arti ayat.

Saya juga menyukai alur penggunaan ketika aplikasi dipakai untuk refleksi singkat. Misalnya, setelah sholat, saya dapat membaca beberapa ayat, memilih satu bagian yang terasa relevan dengan keadaan hari itu, lalu membuka tafsir untuk mendapatkan konteks tambahan. Ini bukan pengganti belajar kepada guru atau membaca kitab tafsir secara mendalam, tetapi cukup berguna sebagai pintu masuk untuk bertanya dan memahami lebih lanjut.

Jika Anda ingin menggunakan aplikasi untuk menghafal, jangan hanya mengandalkan tampilan terjemahan. Terjemahan membantu memahami isi, tetapi proses hafalan tetap membutuhkan pengulangan bacaan Arab dan konsistensi. MyQuran lebih tepat dipakai sebagai pendamping: membantu Anda memeriksa makna, mengingat lokasi surah, dan kembali ke bagian yang sedang dipelajari.

Jadwal sholat untuk rutinitas harian

Fitur jadwal sholat menambah nilai praktis yang cukup besar. Dalam penggunaan sehari-hari, saya bisa membayangkan membuka satu aplikasi untuk melihat waktu sholat sekaligus membaca Al-Qur’an, terutama ketika sedang bepergian atau ingin menjaga rutinitas di sela pekerjaan. Ini lebih sederhana daripada berpindah-pindah aplikasi dengan fungsi yang terpisah.

Meski begitu, jadwal sholat bukan sesuatu yang sebaiknya diterima secara buta. Waktu dapat berkaitan dengan lokasi dan metode perhitungan yang digunakan. Karena itu, saya menyarankan Anda mencocokkan jadwal di aplikasi dengan jadwal masjid atau lembaga tepercaya di daerah Anda, khususnya jika perbedaannya terasa cukup jauh. Aplikasi membantu sebagai pengingat, tetapi keputusan ibadah tetap sebaiknya mempertimbangkan konteks setempat.

Skenario penggunaan yang realistis adalah ketika Anda sedang bekerja di tempat baru. Daripada mencari aplikasi lain untuk memperkirakan waktu sholat, Anda dapat membuka MyQuran, memeriksa jadwal, lalu melanjutkan membaca beberapa ayat sambil menunggu waktu berikutnya. Alur seperti ini membuat aplikasi terasa lebih berguna daripada sekadar koleksi bacaan yang hanya dibuka sesekali.

Tafsir: berguna untuk memperdalam, tetapi perlu cara baca yang tepat

Kehadiran tafsir menjadi pembeda penting dibandingkan aplikasi yang hanya menampilkan teks Arab dan terjemahan. Bagi saya, tafsir paling bermanfaat ketika digunakan untuk menjawab pertanyaan tertentu: apa konteks ayat ini, bagaimana memahami istilahnya, atau mengapa pesan ayat terasa berkaitan dengan ayat sebelum dan sesudahnya.

Kesalahan yang sering dilakukan pengguna baru adalah membaca tafsir secara acak tanpa lebih dulu memahami ayat yang sedang dibahas. Saya menyarankan urutan sederhana: baca ayat Arab, baca terjemahan, ulangi bagian yang belum jelas, lalu buka tafsir. Urutan ini membuat penjelasan lebih mudah diikuti dan mengurangi risiko mengambil satu kalimat di luar konteks.

MyQuran tidak seharusnya dijadikan satu-satunya sumber untuk persoalan agama yang rumit. Untuk pertanyaan hukum, perbedaan pendapat, atau masalah yang memerlukan bimbingan khusus, aplikasi ini lebih baik dipakai sebagai bahan awal sebelum berdiskusi dengan ustaz atau merujuk sumber keilmuan yang lebih lengkap. Nilai terbesar tafsir di sini adalah membantu Anda mulai memahami, bukan menggantikan proses belajar.

Hal yang sering membingungkan pengguna baru

Perbedaan antara terjemahan dan tafsir adalah hal pertama yang perlu dipahami. Terjemahan memberikan padanan makna dalam bahasa Indonesia, sedangkan tafsir berfungsi memberi penjelasan yang lebih luas. Jika Anda hanya ingin membaca arti ayat dengan cepat, cukup gunakan terjemahan. Jika Anda ingin memahami latar dan penjelasan, barulah lanjutkan ke tafsir.

Kebingungan berikutnya biasanya muncul karena pengguna mengira semua fitur harus digunakan sejak awal. Padahal, Anda dapat memakai aplikasi secara bertahap. Mulailah dari daftar surah, lanjutkan ke terjemahan, kemudian gunakan tafsir dan jadwal sholat setelah sudah nyaman dengan tampilan utama. Pendekatan ini membuat aplikasi terasa lebih ringan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pembelian dalam aplikasi. MyQuran dapat dipasang gratis, tetapi tercantum pembelian mulai sekitar Rp4.300 hingga Rp5.000.000 per item. Rentang tersebut cukup lebar, jadi saya menyarankan Anda membaca keterangan setiap pilihan dengan teliti sebelum melakukan transaksi. Jika kebutuhan Anda hanya membaca Al-Qur’an, terjemahan, tafsir, dan melihat jadwal sholat, jangan merasa harus membeli sesuatu hanya karena opsi tersebut muncul.

Untuk keluarga, sebaiknya orang tua mencoba aplikasi bersama anak pada penggunaan pertama. Rating 3+ membuatnya sesuai untuk audiens umum, tetapi pendampingan tetap berguna agar anak memahami perbedaan antara membaca terjemahan, membaca tafsir, dan menggunakan menu jadwal. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan membaca, bukan sekadar memberikan ponsel lalu membiarkan anak menjelajah tanpa arah.

Kapan MyQuran lebih baik daripada aplikasi lain?

Jika alternatif yang biasa Anda gunakan hanya berupa PDF atau situs web, MyQuran terasa lebih praktis karena pengalaman membaca dan fitur pendukungnya berada dalam satu aplikasi. Anda tidak perlu membuka tab browser, memperbesar halaman yang tidak nyaman, atau berpindah ke layanan lain hanya untuk melihat jadwal sholat.

Dibandingkan pembaca Al-Qur’an yang sangat sederhana, MyQuran unggul dalam kelengkapan. Terjemahan, tafsir, dan jadwal sholat membuatnya cocok bagi pengguna yang ingin satu pusat referensi. Kekurangannya adalah antarmuka dapat terasa lebih padat. Orang yang hanya membutuhkan teks Arab dengan tampilan bersih mungkin justru lebih puas dengan aplikasi khusus yang tidak memiliki banyak menu.

Untuk pembelajaran serius, aplikasi ini juga bukan pengganti guru, kelas tahsin, atau kitab cetak. Aplikasi dapat membantu Anda membaca dan meninjau, tetapi tidak dapat mengoreksi makhraj, panjang pendek bacaan, atau kesalahan pelafalan secara langsung. Jika tujuan utama Anda adalah memperbaiki tajwid, pilih MyQuran sebagai bahan latihan tambahan, bukan sebagai satu-satunya pendamping.

Siapa yang akan paling terbantu?

Menurut saya, aplikasi ini cocok untuk pengguna yang baru ingin membangun rutinitas membaca Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia. Anda tidak harus langsung membaca panjang. Beberapa ayat setiap hari sudah cukup untuk mengenali alur aplikasi dan menemukan pola yang nyaman. Terjemahan membuat sesi singkat tetap terasa bermakna, terutama ketika waktu Anda terbatas.

MyQuran juga cocok bagi orang yang sering berpindah tempat dan ingin membawa referensi keislaman di ponsel. Pekerja, mahasiswa, atau siapa pun yang memiliki jadwal tidak tetap dapat memanfaatkan kombinasi bacaan dan jadwal sholat dalam satu aplikasi. Pengguna yang sedang menghafal juga dapat memakainya untuk menghubungkan hafalan dengan pemahaman makna.

Sebaliknya, aplikasi ini kurang tepat bagi Anda yang menginginkan pengalaman superminimalis, bebas pilihan tambahan, atau pembelajaran tajwid interaktif. Ia juga bukan pilihan utama jika Anda membutuhkan pembahasan akademis yang sangat mendalam. Dalam situasi tersebut, aplikasi khusus, buku, atau bimbingan langsung mungkin memberikan hasil yang lebih baik.

Langkah berikutnya setelah mulai nyaman

Setelah berhasil membaca satu surah dan memahami cara membuka terjemahan, buatlah alur penggunaan pribadi. Anda bisa memakai MyQuran untuk membaca setelah sholat tertentu, memeriksa tafsir pada satu ayat setiap hari, atau menjadikannya referensi ketika mendengar kutipan ayat yang ingin dipahami. Kuncinya adalah memilih satu kebiasaan yang dapat dipertahankan, bukan mengejar semua fitur sekaligus.

Saya juga menyarankan mencatat pertanyaan yang muncul ketika membaca. Misalnya, Anda menemukan istilah yang belum dipahami atau tafsir yang ingin dibandingkan dengan penjelasan guru. Catatan semacam ini membuat penggunaan aplikasi lebih aktif. Anda tidak hanya membaca lalu menutupnya, tetapi membawa pertanyaan tersebut ke proses belajar berikutnya.

Dengan tanggal rilis pada 17 Mei 2011 dan pengembangan yang terus membawa aplikasi ke versi 5.4.79, MyQuran menunjukkan pengalaman yang sudah cukup matang untuk kebutuhan pembaca umum. Namun, kematangan itu tidak berarti semua orang akan menyukai setiap bagian tampilannya. Saya tetap menilai kenyamanan membaca, ketepatan jadwal lokal, dan cara Anda memakai tafsir sebagai faktor yang paling menentukan.

Pada akhirnya, saya merekomendasikan MyQuran kepada siapa pun yang ingin memiliki Al-Qur’an, terjemahan bahasa Indonesia, tafsir, dan jadwal sholat dalam satu pendamping harian. Mulailah dari satu surah, temukan ayat pertama yang benar-benar Anda pahami, lalu bangun kebiasaan dari sana. Jika Anda membutuhkan aplikasi yang lengkap dan tidak keberatan dengan beberapa menu tambahan, MyQuran AlQuran dan Terjemahan adalah pilihan gratis yang layak dicoba. Jika yang Anda cari hanya tampilan bacaan paling sederhana atau pelatihan tajwid langsung, sebaiknya pertimbangkan alat lain yang lebih khusus.

Kelebihan

  • Tersedia mode malam yang lebih nyaman untuk membaca dalam pencahayaan rendah.
  • Fitur pencarian ayat memudahkan menemukan tema atau kata tertentu dengan cepat.
  • Penanda bacaan membantu melanjutkan tilawah tanpa harus mengingat halaman terakhir.
  • Ukuran teks dapat disesuaikan agar lebih nyaman untuk berbagai kebutuhan penglihatan.
  • Berisi terjemahan bahasa Indonesia yang membantu memahami makna ayat saat membaca.

Kekurangan

  • Beberapa fitur tambahan mungkin memerlukan koneksi internet untuk digunakan.
  • Iklan dapat muncul dan mengganggu fokus ketika berpindah menu tertentu.
  • Pilihan terjemahan atau tafsir masih terbatas dibandingkan aplikasi khusus tafsir.
  • Tampilan pada layar kecil bisa terasa padat saat membuka banyak informasi sekaligus.
  • Notifikasi pengingat perlu diatur manual agar sesuai dengan jadwal ibadah pengguna.

FAQ untuk MyQuran AlQuran dan Terjemahan

Apa itu MyQuran AlQuran dan Terjemahan?

MyQuran AlQuran dan Terjemahan adalah aplikasi Al-Qur’an digital yang dirancang untuk membantu pengguna membaca ayat suci melalui ponsel. Selain menampilkan teks Arab, aplikasi ini umumnya menyediakan terjemahan bahasa Indonesia, pencarian ayat, penanda bacaan, serta fitur pendukung ibadah lainnya. Aplikasi ini cocok digunakan untuk membaca Al-Qur’an di rumah, saat bepergian, maupun ketika ingin mempelajari makna ayat secara praktis.

Apakah MyQuran AlQuran dan Terjemahan dapat digunakan tanpa koneksi internet?

Sebagian besar fungsi utama MyQuran AlQuran dan Terjemahan dapat digunakan secara offline setelah aplikasi dan data yang diperlukan terpasang di perangkat. Membaca teks Al-Qur’an dan terjemahannya biasanya tidak selalu membutuhkan koneksi internet. Namun, fitur tertentu seperti audio murottal, pembaruan konten, sinkronisasi, atau materi tambahan mungkin memerlukan akses internet. Sebaiknya unduh data pendukung terlebih dahulu melalui Wi-Fi.

Fitur apa saja yang tersedia di MyQuran AlQuran dan Terjemahan?

MyQuran AlQuran dan Terjemahan menawarkan beberapa fitur yang membantu pengalaman membaca menjadi lebih nyaman. Pengguna dapat membaca teks Arab dan terjemahan, berpindah surah atau juz, mencari kata maupun ayat tertentu, serta menandai halaman atau ayat yang ingin dilanjutkan kemudian. Pada versi tertentu, tersedia pula audio bacaan, pengaturan ukuran tulisan, mode malam, jadwal salat, dan pengingat untuk mendukung rutinitas ibadah.

Apakah terjemahan dan teks Al-Qur’an di aplikasi ini dapat dipercaya?

Sebelum menggunakan aplikasi secara rutin, pengguna sebaiknya memeriksa sumber teks Arab dan terjemahan yang dicantumkan oleh pengembang. MyQuran AlQuran dan Terjemahan dibuat untuk membantu pembelajaran dan pembacaan sehari-hari, tetapi aplikasi digital tetap sebaiknya digunakan dengan sikap teliti. Untuk kajian mendalam, penafsiran, atau kebutuhan akademis, bandingkan terjemahan dengan mushaf resmi dan rujukan ulama atau lembaga tepercaya.

Apakah MyQuran AlQuran dan Terjemahan gratis untuk diunduh dan digunakan?

MyQuran AlQuran dan Terjemahan umumnya dapat diunduh secara gratis, sehingga pengguna bisa mencoba fungsi dasar tanpa harus membeli mushaf digital secara terpisah. Meski demikian, beberapa versi aplikasi mungkin menampilkan iklan, menawarkan pembelian dalam aplikasi, atau menyediakan fitur premium tertentu. Periksa informasi pada halaman Google Play Store atau App Store sebelum mengunduh, termasuk izin aplikasi, ukuran file, dan kebijakan privasinya.

MyQuran AlQuran dan Terjemahan

MyQuran AlQuran dan Terjemahan

Buku & Referensi

Unduh dariGoogle Play

Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui support@thewalistudio.com, kunjungi http://www.thewalistudio.com, atau baca https://www.thewalistudio.com/myquran-privacy-policy/ mereka.

Unduhan Lain yang Disukai Banyak Orang

Pilihan dari Kategori yang Sama